Minggu, 28 Februari 2021

Pancasila (agama?)

 

1 dari 1

Martunus Rahim mengomentari "HARI RAYA BERKAH"

28 Mei 2012
Terekam dari media lingkungan sekitar: masalah negeri ini sdh sangat jelas, satu sisi korupsi tambah subur, hukum tumpul keatas tajam ke bawah, kejahatan meningkat, pertumbuhan ekonomi "membaik" tetapi "kemiskinan" berlanjut,domokrasi membuat semua bebas bicara dan "bertindak" tanpa kendali. Pada sisi lain, gaya hidup konsumtif jadi kebanggaan, persaingan banyak terjadi tdk sehat, mudah terpancing/emosional, anarkis...dst. Menghadapi itu semua berbagai peraturan tlh disusun utk membenahinya,tapi nyaris "penyakit"itu semakin kronis. Dl merumuskan aturan, manakala disinggung-singgung sumber aturan itu dari nilai-nilai agama selalu menjadi perdebatan, seakan-akan banyak pihak yg alergi dg nilai-nilai yg dtg dari Tuhan, di sinilah "pangkal" masalahnya...akan "lari" dari agama sementara tlh diakui bhw semangat keberagamaanlah yang tercantum dl dasar pendirian negara ini yakni sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Agaknya selagi Pancasila yg menjadi dasar negara ini yg lebih kuat mengandung pesan bertuhan, maka bangsa ini harus lebih dominan diatur berdasarkan nilai-nilai ketuhanan dan agama. Kalau tdk demikian berarti bangsa ini "zhalim" dalam dasar negara yg ia buat sendiri. Sehingga selalu ragu-ragu ketika membuat aturan, karena tidak mendapat "hidayah" Tuhan. Al Qur'an memuat bhw. Allah tdk memberi hidayah kepada golongan yg zhalim.....Bagaimana supaya tdk zhalim? kembali saja pada kitab suci, semoga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar